Bahu-Membahu Lawan Cuaca Kering: Strategi Bersama Pastikan Petani Sumsel Tetap Panen di Tengah El Nino

Sudah dengar kabar soal cuaca yang bakal lebih kering tahun ini? Menanggapi prediksi BMKG tentang badai El Nino di 2026, pemerintah dan TNI di Sumatera Selatan langsung pasang badan. Pada Jumat (10/04) kemarin, semua pihak berkumpul di Aula Garuda Dempo dengan satu semangat yang sama: memastikan sawah-sawah kita tetap hijau dan hasil panen petani tetap melimpah meski tantangan alam sedang menghadang.

Target produksi 1,3 juta ton padi tahun ini memang besar, tapi bukan hal yang mustahil kalau kita kerjakan bareng-bareng. Danrem 044 Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, menyampaikan kalau TNI bakal terus mengawal gerakan tanam ini. Jadi, para petani kita nggak perlu merasa berjuang sendirian di tengah cuaca yang terik. Semangat gotong royong inilah yang jadi kunci supaya stok beras di rumah kita tetap aman dan harganya pun tetap stabil di pasar.

Mengingat bulan April sampai September ini adalah waktu yang sangat krusial untuk menanam, pengawasan bakal diperketat sampai ke tingkat kecamatan. Bukan cuma soal benih, tapi juga soal urusan air. Fokus utamanya adalah memperbaiki saluran irigasi agar air tetap bisa mengalir lancar sampai ke ujung sawah warga.

Melalui dukungan para penyuluh lapangan dan data iklim yang akurat, strategi “keroyokan” ini diharapkan bisa jadi solusi nyata bagi masyarakat. Kita semua berharap, lewat kerja keras yang dilakukan hari ini, para petani kita tetap bisa tersenyum saat waktu panen tiba, dan kebutuhan pangan setiap keluarga di Sumatera Selatan selalu tercukupi dengan baik.