Analisis Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari 2026

Tingkat ketersediaan air tanah di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan, yang merupakan selisih dari jumlah air yang diterima lahan dan kehilangan air dari lahan melalui proses evapotranspirasi. Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan hanya berasal dari curah hujan dan kedalaman tinjau tanah adalah satu meter dengan kondisi tanah homogen. Daerah dengan ketersediaan air tanah cukup menunjukkan bahwa cadangan kebutuhan air bagi tanaman masih dapat terpenuhi meskipun dengan sistem lahan tadah hujan. Hasil analisis tingkat ketersediaan air tanah berdasarkan masukan data curah hujan yang diterima dari stasiun/pos hujan kerjasama di Sumatera Selatan pada bulan Januari 2026 disajikan sebagai berikut:

Gambar 1. Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari 2026

Pada bulan Januari 2026, ketersediaan air tanah di wilayah Sumatera Selatan berada dalam kondisi Cukup.

Tabel 1. Analisis Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari 2026

KABUPATEN/ KOTAKETERSEDIAAN AIR TANAH
KURANGSEDANGCUKUP
Palembang––Seluruh kecamatan di Kota Palembang
Banyuasin––Seluruh kecamatan di Kab. Banyuasin
Musi Banyuasin––Seluruh kecamatan di Kab. Musi Banyuasin
Musi Rawas––Seluruh kecamatan di Kab. Musi Rawas
Musi Rawas Utara––Seluruh kecamatan di Kab. Musi Rawas Utara
Lubuk Linggau––Seluruh kecamatan di Kota Lubuk Linggau
Empat Lawang––Seluruh kecamatan di Kab. Empat Lawang
Lahat––Seluruh kecamatan di Kab. Lahat
Pagar Alam––Seluruh kecamatan di Kota Pagar Alam
Muara Enim––Seluruh kecamatan di Kab. Muara Enim
PALI––Seluruh kecamatan di Kab. PALI
Prabumulih––Seluruh kecamatan di Kota Prabumulih
Ogan Ilir––Seluruh kecamatan di Kab. Ogan Ilir
OKI––Seluruh kecamatan di Kab. OKI
OKU––Seluruh kecamatan di Kab. OKU
OKU Timur––Seluruh kecamatan di Kab. OKU Timur
OKU Selatan––Seluruh kecamatan di Kab. OKU Selatan