Jaga Ketahanan Pangan dan Optimalkan Lahan Lebak: Sosialisasi Rilis PMK serta Antisipasi El Nino 2026 Siapkan Petani Sumsel Hadapi Kemarau

Guna memastikan masyarakat tetap produktif di tengah ancaman kekeringan, Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan menggelar Sosialisasi Rilis Prakiraan Musim Kemarau (PMK) dan Koordinasi Antisipasi Dampak El Nino 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan panduan praktis bagi warga dalam menghadapi kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada Mei dasarian I. Dengan informasi akurat mengenai potensi El Nino Lemah dari Kepala Staklim Sumsel, Dr. Wandayantolis, masyarakat kini dapat merencanakan masa tanam dan penggunaan air secara lebih bijak, sehingga risiko kerugian akibat cuaca ekstrem dapat ditekan seminimal mungkin.
Manfaat nyata dari kegiatan koordinasi ini adalah terbukanya peluang bagi petani untuk memanfaatkan fenomena alam sebagai keuntungan melalui optimalisasi Lahan Rawa Lebak. Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Prof. Dr. H. Bambang, menjelaskan bahwa surutnya air di lebak tengah dan dalam justru menjadi momentum emas untuk memperluas area “Cetak Sawah” dan meningkatkan produksi padi. Strategi ini diharapkan tidak hanya menjaga dapur masyarakat tetap ngebul, tetapi juga menjadikan Sumatera Selatan sebagai pahlawan pangan nasional yang mampu menyumbangkan surplus cadangan pangan di saat wilayah lain terdampak kekeringan.
Untuk mengawal manfaat tersebut sampai ke tangan masyarakat, Korem 044/GAPO telah menyiapkan dukungan penuh melalui 590 personel Brigade Pangan TNI. Danrem Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa personelnya siap terjun langsung mendampingi petani di lapangan guna memastikan perluasan lahan berjalan lancar tanpa kendala teknis. Melalui kolaborasi antara data iklim BMKG, strategi Dinas Pertanian, dan bantuan tenaga TNI, masyarakat Sumatera Selatan kini memiliki proteksi berlapis untuk tetap sejahtera dan mandiri pangan meskipun harus menghadapi tantangan El Nino.




