Evaluasi Tingkat Bahaya Kebakaran Bulan Desember 2025
Sistem peringatan kebakaran hutan di Sumatera Selatan menggunakan tiga indikator utama yang bekerja seperti termometer untuk mengukur risiko kebakaran. Ketiga indikator ini—Fine Fuel Moisture Code (FFMC), Drought Code (DC), dan Fire Weather Index (FWI)—masing-masing memiliki peran khusus dalam mendeteksi tingkat bahaya kebakaran berdasarkan kondisi cuaca dan kelembapan bahan bakar di hutan. Data terbaru dari Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan menunjukkan penurunan nilai indeks seiring dengan masuknya musim hujan, terutama pada bulan November hingga Desember 2025. Hal ini berkaitan dengan klimatologis wilayah dimana temperatur udara menurun, kelembaban udara dan curah hujan meningkat.


Indeks Bahan Bakar Halus (FFMC) berfungsi sebagai indikator seberapa mudah serasah dan bahan bakar halus di permukaan hutan dapat terbakar. Seperti kertas kering yang mudah terbakar, FFMC dipengaruhi oleh empat faktor cuaca: curah hujan, suhu, kelembapan relatif, dan kecepatan angin dari beberapa hari sebelumnya. Selama periode Januari hingga Desember 2025, distribusi FFMC menunjukkan 5.5% pada level Rendah, 35.6% pada level Sedang, 25.8% pada level Tinggi, dan 33.2% pada level Ekstrem. Penurunan kondisi Ekstrem terjadi pada Desember 2025 yang turun hingga 25.8%, level Tinggi meningkat menjadi 41.9%, dan level Sedang meningkat menjadi 32.3%.
Indeks Kekeringan (DC) berperan sebagai pengukur kondisi kelembapan tanah di lapisan bawah permukaan, yang menentukan seberapa kering fondasi hutan. DC dipengaruhi oleh curah hujan dan suhu, bekerja seperti spons tanah yang semakin kering akan semakin mudah menyerap panas dan mempercepat penyebaran api. DC menunjukkan kondisi 95.1% kejadian pada level Rendah dan hanya 4.9% pada level Sedang selama periode Januari hingga Desember 2025. Oleh karenanya, bulan Desember menunjukkan sinyal peringatan hanya berada pada level Rendah yakni 100.0%.
Indeks Cuaca Kebakaran (FWI) adalah indikator komprehensif yang menggabungkan seluruh faktor cuaca untuk menentukan intensitas potensial kebakaran. Periode Januari hingga Desember 2025 menunjukkan kondisi 57.8% kejadian pada level Rendah, 26.3% pada level Sedang, 15.3% pada level Tinggi, dan 0.5% pada level Ekstrem. Sementara pada bulan Desember terdapat kejadian pada level Ekstrem sebesar 3.2%, terdapat peningkatan level Rendah menjadi 61.3%, level Sedang sebesar 32.3%, dan level Tinggi turun menjadi 3.2%.
Pola yang terlihat dari ketiga indeks menunjukkan penurunan indeks pada periode Desember 2025. Pola penurunan ini terjadi seiring dengan masuknya musim hujan yang disertai peningkatan curah hujan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak dari kebakaran.
