BMKG Sumatera Selatan Perkuat Sinergi Penanggulangan Karhutla melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Polres Musi Banyuasin

BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan yang diwakili oleh Pejabat Fungsional Ahli Muda, Rezfiko Aqdialta, menjadi narasumber dalam kegiatan Kolaborasi Gabungan dalam Peningkatan Kemampuan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Daerah Hukum Polres Musi Banyuasin, yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026 di Aula Mapolres Musi Banyuasin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Pelaksanaan rapat didasarkan pada telah ditetapkannya Status Siaga Bencana Karhutla Tahun 2026 oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Bupati Musi Banyuasin, sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
Dalam paparannya, BMKG menyampaikan berbagai informasi meteorologi dan klimatologi yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Materi yang disampaikan meliputi potensi musim kemarau, pengaruh fenomena El Niño terhadap peningkatan risiko Karhutla, kondisi cuaca dan iklim yang memengaruhi terjadinya kebakaran, cara membaca prakiraan cuaca untuk mendukung operasi pemadaman, sistem peringatan dini cuaca ekstrem, serta pemanfaatan informasi hotspot dan kondisi atmosfer sebagai dasar pelaksanaan patroli dan mitigasi di lapangan.
Melalui kegiatan ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan informasi cuaca, iklim, dan peringatan dini yang akurat, cepat, dan mudah dipahami sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan lintas sektor. Sinergi antara BMKG, Polri, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan dan efektivitas penanggulangan Karhutla, sehingga dampak bencana asap terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.







