Evaluasi Tingkat Bahaya Kebakaran Bulan Juli 2026
Sistem peringatan kebakaran hutan di Sumatera Selatan menggunakan tiga indikator utama yang bekerja seperti termometer untuk mengukur risiko kebakaran. Ketiga indikator ini—Fine Fuel Moisture Code (FFMC), Drought Code (DC), dan Fire Weather Index (FWI)—masing-masing memiliki peran khusus dalam mendeteksi tingkat bahaya kebakaran berdasarkan kondisi cuaca dan kelembapan bahan bakar di hutan. Data terbaru dari Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan menunjukkan pola yang mengkhawatirkan, terutama pada bulan Juli 2026 yang menandai peningkatan signifikan risiko kebakaran di wilayah tersebut.

Gambar 1. Indeks bahan bakar halus, indeks kekeringan, dan indeks cuaca kebakaran Kota Palembang Tahun 2026

Gambar 2. Indeks bahan bakar halus, indeks kekeringan, dan indeks cuaca kebakaran Kota Palembang bulan Juli 2026
Indeks Bahan Bakar Halus (FFMC) berfungsi sebagai indikator seberapa mudah serasah dan bahan bakar halus di permukaan hutan dapat terbakar. Seperti kertas kering yang mudah terbakar, FFMC dipengaruhi oleh empat faktor cuaca: curah hujan, suhu, kelembapan relatif, dan kecepatan angin dari beberapa hari sebelumnya. Selama periode Januari hingga Juli 2026, distribusi FFMC menunjukkan 0.9% pada level Rendah, 22.2% pada level Sedang, 26.4% pada level Tinggi, dan 50.5% pada level Ekstrem. Namun, peningkatan kondisi terjadi pada Juli 2026 dengan tidak ada kejadian level Rendah sama sekali, sementara level Ekstrem melonjak menjadi 90.3%, diikuti level Tinggi 6.5%, dan level Sedang 3.2%.
Indeks Kekeringan (DC) berperan sebagai pengukur kondisi kelembapan tanah di lapisan bawah permukaan, yang menentukan seberapa kering fondasi hutan. DC dipengaruhi oleh curah hujan dan suhu, bekerja seperti spons tanah yang semakin kering akan semakin mudah menyerap panas dan mempercepat penyebaran api. DC menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan 74.1% kejadian pada level Rendah, 9% kejadian pada level Sedang, 12.3% kejadian pada level Tinggi dan 4.7% kejadian pada level Ekstrem selama periode Januari hingga Juli 2026. Meski demikian, bulan Juli menunjukkan sinyal peringatan dengan peningkatan level Tinggi menjadi 67.7%, sementara level Ekstrem menjadi 32.3%.
Indeks Cuaca Kebakaran (FWI) adalah indikator komprehensif yang menggabungkan seluruh faktor cuaca untuk menentukan intensitas potensial kebakaran. Periode Januari hingga Juli 2026 menunjukkan kondisi yang cukup terkendali dengan 38.7% kejadian pada level Rendah, 30.2% pada level Sedang, 17.5% pada level Tinggi dan 4.7% pada level Ekstrem. Namun, bulan Juli mengalami perubahan cukup signifikan dengan penurunan level Rendah menjadi 3.2%, level Sedang menjadi 3.2%, dan level tinggi menjadi 16.1% dan yang paling mengkhawatirkan adalah level Ekstrem yang melonjak menjadi 77.4%.
