Informasi Iklim Dasarian Provinsi Sumatera Selatan Update 10 Agustus 2026, Wilayah Sumatera Selatan Diprediksi Mengalami Curah Hujan Kategori Rendah dengan Sifat Hujan Bawah Normal pada Dasarian II Agustus 2026, Waspada Peningkatan Hotspot Pada Daerah Rawan Karhutla

KONDISI TERKINI IKLIM SUMSEL
Curah hujan pada dasarian I Agustus 2026 di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan berada pada kategori Rendah (0-50 mm). Sementara itu, sebagian kecil Empat Lawang bagian utara dan selatan serta sebagian kecil Lahat bagian barat daya mengalami hujan pada kategori Menengah (50-150 mm).

Curah hujan dasarian tertinggi terukur pada Pos Hujan Tanjung Sakti Pumu, Kec. Tanjung Sakti Pumu, Kab. Lahat sebesar 53.5 mm.

Pada dasarian I Agustus 2026 di wilayah Sumatera Selatan didominasi dengan sifat hujan Bawah Normal. Sifat hujan Normal hingga Atas Normal terjadi di sebagian kecil Banyuasin bagian utara, sebagian kecil Musi Rawas bagian selatan, sebagian kecil Empat Lawang bagian utara dan selatan, Lahat bagian barat daya, Pagar Alam bagian selatan, dan sebagian kecil Muara Enim bagian selatan.

Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Sumatera Selatan mengalami HTH dengan kategori Menengah (11-20 hari). Wilayah Sumatera Selatan bagian barat mengalami HTH dengan kategori Sangat Pendek (1-5 hari) hingga Pendek (6-10 hari). Namun di Empat Lawang bagian barat terjadi HTH dengan kategori Panjang (21-30 hari). Sementara untuk kategori HTH Sangat Panjang (31-60 hari) berada di Banyuasin bagian timur, Musi Banyuasin bagian timur, PALI bagian barat, Muara Enim bagian barat, Ogan Ilir bagian selatan, OKI bagian selatan, OKU sebagian besar, dan OKU Timur.

HTH terpanjang 40 hari terjadi di Pos Hujan Muara Kuang, Kec. Muara Kuang, Kab. Ogan Ilir.

KONDISI DINAMIKA ATMOSFER
Hasil monitoring pada dasarian III Juli 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (IOD bulanan) sebesar +0.715 (+0.229). Sementara itu, nilai SSTA di region Nino3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2.45 (+2.19), yang menunjukkan El Nino event intensitas kuat.
Aliran massa udara di sebagian besar Indonesia didominasi angin timuran. Belokan angin terlihat di wilayah sekitar ekuator. Analisis pada dasarian III Juli 2026 menunjukkan MJO tidak aktif. MJO diprediksi aktif pada dasarian I Agustus 2026 di fase 6. Secara spasial, gelombang MJO diprediksi akan aktif di wilayah perairan Pasifik barat bagian utara Papua, disertai aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan Kelvin.
Pada Dasarian III Juli 2026, daerah tutupan awan (OLR < 220 W/m2) dominan terjadi di wilayah Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian utara. Dibandingkan klimatologisnya, tutupan awan secara umum lebih lebih sedikit, kecuali di Sumatera bagian tengah dan Kalimantan bagian utara.

PELUANG CURAH HUJAN DASARIAN II AGUSTUS 2026
Wilayah Sumatera Selatan diprediksi berpeluang lebih dari 90% terjadi Curah Hujan Rendah (0-50 mm). Wilayah Sumatera Selatan bagian tengah hingga timur diprediksi mengalami Curah Hujan Rendah di bawah 20 mm dengan peluang di atas 80%, sementara wilayah bagian barat memiliki peluang hingga 70%.

Imbauan:
Seluruh wilayah Sumatera Selatan pada Dasarian II Agustus 2026 diprediksi mengalami curah hujan kategori Rendah dengan dominasi sifat hujan Bawah Normal. Penurunan curah hujan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan sehingga berpotensi meningkatkan jumlah titik panas (hotspot).
Potensi terjadinya cuaca ekstrem akibat dari penurunan curah hujan perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terkini dari BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Iklim Menyejahterakan

Info lengkap:

🌐 https://staklim-sumsel.bmkg.go.id/
📧 staklim.sumsel@bmkg.go.id
Instagram: bmkg.staklimsumsel
Twitter: staklimsumsel
Facebook: staklim.sumsel
WA 0811-78-96223

Palembang, 10 Agustus 2026

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan
ttd
Dr. Wandayantolis, S.Si., M.Si.


BMKG – Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan berkomitmen mempertahankan predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta terus berupaya menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan tata kelola yang berintegritas, peningkatan kualitas layanan publik, serta penyediaan informasi yang transparan, akurat, dan profesional sesuai dengan regulasi yang berlaku.