Perkuat Mitigasi Karhutla, BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim di Prabumulih

Prabumulih, 19 Agustus 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Karhutla Kota Prabumulih Tahun 2026 dengan tema “Adaptasi Iklim dalam Menghadapi El Niño Tahun 2026 di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan”, Rabu (19/8).

Kegiatan pembukaan SLI Tematik tersebut dibuka oleh Wali Kota Prabumulih dan dihadiri Bapak Urip Haryoko yang mewakili Deputi Bidang Klimatologi BMKG. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pemahaman dan pemanfaatan informasi iklim sebagai dasar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Turut hadir dalam pembukaan, Sekretaris Daerah Kota Prabumulih,Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Kepala Pelaksana BPBD Kota Prabumulih, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim, serta Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih.

SLI Tematik Karhutla merupakan model pendekatan pendidikan nonformal yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman petugas lapangan, penyuluh pertanian, petani, serta jajaran pemerintah daerah terhadap informasi cuaca dan iklim. Informasi iklim yang diterbitkan secara rutin oleh BMKG diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian dan kebencanaan asap karhutla.

Kondisi iklim yang memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor, Suhu tinggi, curah hujan yang tidak menentu, serta kondisi ekstrem seperti kekeringan dapat berdampak terhadap produktivitas sektor pertanian dan mengganggu pola tanam. yang akhirnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan dan ketahanan pangan serta stabilitas harga pangan.

Karena itu, pelaksanaan SLI Tematik diarahkan untuk menindaklanjuti kesiapsiagaan pemerintah daerah terhadap ancaman karhutla yang berkaitan dengan kondisi iklim ekstrem dan El Niño, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor iklim yang berpengaruh terhadap kejadian karhutla.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami istilah dan informasi cuaca/iklim,sehingga dapat mengidentifikasi faktor iklim yang berpotensi memengaruhi munculnya titik panas yang dapat menyebabkan karhutla, dapat menentukan strategi kesiapsiagaan dan penanggulangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya karhutla serta menyusun rencana kerja kajian iklim yang berkaitan dengan karhutla.

Diisi dengan materi dari BMKG, BPBD Kota Prabumulih mengenai kesiapsiagaan menghadapi karhutla serta materi dari Manggala Agni mengenai pencegahan dan penanggulangan karhutla. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat mengaitkan informasi iklim dengan kondisi dan kebutuhan di wilayah masing-masing.

Kegiatan SLI Tematik Karhutla Kota Prabumulih Tahun 2026 diikuti 50 peserta dari berbagai unsur, di antaranya BPBD Kota Prabumulih, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas PU, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Perhubungan, serta Manggala Agni.

Pelaksanaan SLI Tematik ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BMKG, pemerintah daerah, instansi teknis, petugas lapangan, dan masyarakat dalam memanfaatkan informasi iklim. Dengan pemahaman iklim yang semakin baik, langkah antisipasi terhadap potensi karhutla dan dampak El Niño dapat dilakukan secara lebih terencana, sehingga mampu mendukung perlindungan masyarakat, lingkungan, serta keberlanjutan sektor pertanian di Sumatera Selatan.