Karhutla Meningkat, Udara Palembang Mulai Terdampak Asap

PALEMBANG — Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mengkhawatirkan wilayah Kota Palembang dan sekitarnya seiring berlangsungnya puncak musim kemarau. Hal ini dibahas dalam dialog interaktif Palembang Menyapa yang disiarkan langsung melalui Pro 1 RRI Palembang pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan dipandu oleh presenter Alvina Damayanti.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla/PPIKHL) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menegaskan bahwa karakteristik lahan gambut yang mengering di musim kemarau menjadi pemicu utama pekatnya kabut asap. Pemadaman di area gambut memerlukan penanganan intensif karena api kerap menjalar di bawah permukaan tanah.

Manggala Agni bersama Satgas Gabungan berusahan mananggulangi ancaman tersebut dengan terus meningkatkan patroli darat (early suppression) di titik-titik rawan seperti Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, dan Banyuasin, disamping optimalisasi helikopter water bombing serta pengerjaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kapala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan WAndayantolis mengingatkan bahwa musim kemarau diprakirakan masih berlangsung hingga september. Akumulasi asap yang terbawa angin berpotensi terus menekan jarak pandang dan menurunkan indeks kualitas udara harian. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026, dengan memanfaatkan munculnya potensi awan hujan.Jika hujan buatan berhasil diharapkan dapat membasahi permukaan dan lapisan tanah gambut yang kering, sehingga mampu memadamkan bara api

Guna meminimalkan dampak buruk terhadap kesehatan pernapasan (ISPA), masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak melakukan pembukaaan lahan dengan cara membakar, tidak membuang sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Warga juga disarankan untuk membatasi aktivitas luar ruangan serta mengenakan masker pelindung saat beraktivitas di luar rumah terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita riwayat ISPA/asma.