Karhutla di Ogan Ilir, Asap Nyaris Kepung Jalan Tol PalindraBMKG dan BPBD Sumsel Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Palembang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir mulai berdampak terhadap kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah kawasan. Kepulan asap bahkan dilaporkan nyaris menyelimuti ruas Jalan Tol Palembang–Indralaya (Palindra), sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan.
Kondisi ini menjadi topik pembahasan dalam program “Palembang Menyapa” yang disiarkan RRI Pro 1 Palembang 92,4 FM, Kamis (6/8/2026).Menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Wandayantolis, S.Si., M.Si, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Sumatera Selatan, dan Sudirman, S.KM., M.Si, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumatera Selatan. Acara dipandu oleh presenter Ega Dwiigyanti.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Sumatera Selatan, Dr. Wandayantolis, menjelaskan bahwa kondisi monsoon Australia yang lebih menyebabkan sedikit uap air di wilayah Indonesia,kondisi ini menyebabkan berkurangnya curah hujan yang juga di perparah dengan fenomena EL NiNO yang juga memiliki peran utama dalam mengurangi uap air di wilayah Sumatera Selatan , Bulan Agustus dan September ini merupakan puncak musim kemarau dan diprediksi lebih kering dari pada kemarau pada tahun 2023,Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih peduli lingkungan dengan tidak membuka lahan dengan cara di bakar dan juga menghemat penggunaan air.
Sementara itu, Sudirman, Kabid Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumatera Selatan, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik karhutla bersama instansi terkait, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan para relawan.koordinasi sdh dilakukan apabila diperlukan dukungan operasi udara maupun darat sesuai perkembangan situasi di lapangan. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.
Melalui dialog interaktif tersebut, kedua narasumber mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar, terutama pada area yang luas karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.Keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan karhutla tidak akan tercapai tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan.
Program “Palembang Menyapa” menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi karhutla di Sumatera Selatan sekaligus meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.Masyarakat juga diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah dan instansi berwenang, serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks. Informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi salah satu kunci dalam mendukung penanganan karhutla secara efektif.


