Tameng Warga dari Iklim Ekstrem: Pemprov Sumsel Turun Tangan Bantu BMKG Amankan Aset Vital di Jakabaring

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpacu dengan waktu dalam sebuah audiensi krusial pada Kamis (26/2/2026) di Ruang Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Pertemuan strategis ini dipicu oleh rencana pengembangan kawasan UPTD Graha Teknologi Sriwijaya Jakabaring yang mengharuskan relokasi peralatan penakar hujan otomatis atau Automatic Rain Gauge (ARG) milik BMKG. Situasi menjadi mendesak karena pihak BMKG hingga saat ini belum mendapatkan lahan relokasi pengganti yang letaknya berdekatan dengan area Jakabaring. Padahal, alat tersebut merupakan instrumen vital yang menjadi data dukung jaringan pengamatan iklim secara berkelanjutan di wilayah Sumatera Selatan.
Bagi masyarakat luas, keberadaan peralatan ARG ini bukan sekadar instrumen teknis biasa, melainkan “tameng” keselamatan dari ancaman bencana hidrometeorologi. Sejak pertama kali dipasang untuk mendukung perhelatan Asian Games 2018 Jakarta – Palembang , data akurat dari alat ini terus menjadi ujung tombak pemerintah daerah untuk mengeluarkan antisipasi peringatan dini iklim ekstrem guna melindungi warga. Lebih dari itu, informasi cuaca yang dihasilkan sangat krusial sebagai data dukung kebijakan penguatan sektor ketahanan pangan , serta menjadi penentu keselamatan lingkungan saat dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca dalam mencegah potensi bencana di wilayah Sumatera Selatan, khususnya area Jakabaring.
Menyadari fatalnya risiko jika operasional aset vital ini sampai terputus, jajaran Pemprov Sumsel dan BMKG turun tangan langsung mencari jalan keluar. Audiensi ini dihadiri oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, beserta jajaran struktural dan fungsional BMKG Sumsel. Langkah cepat ini disambut serius oleh Pemprov Sumsel yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan selaku perwakilan Sekretaris Daerah, bersama Kepala DLHP, Kepala Dinas ESDM, hingga perwakilan bidang kesiapsiagaan bencana dan BPKAD. Sinergi lintas instansi ini diharapkan segera membuahkan kesepakatan terkait lokasi baru yang ideal, sehingga aliran data cuaca demi keselamatan masyarakat Sumatera Selatan tetap terjaga tanpa henti.




