Bukan “Godzilla”, Tapi Waspada: Cara BMKG Jaga Dapur Sumsel Tetap Ngebul di Kemarau 2026

Menghadapi tantangan musim kemarau yang diprediksi datang lebih cepat dan lebih kering, BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan bergerak taktis dalam Webinar Kesiapsiagaan Sektor Pertanian yang digelar di BPTPH Sumsel, Senin (20/04). Melalui kolaborasi apik antara para ahli iklim dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, webinar ini menjadi wadah krusial untuk memastikan piring nasi masyarakat Sumatera Selatan tetap aman meski cuaca sedang tidak menentu.

Bagi warga dan para pejuang pangan di lapangan, kehadiran BMKG di sini sangatlah vital. Kepala Staklim Sumsel, Dr. Wandayantolis, menegaskan bahwa peran BMKG bukan sekadar memprediksi, tapi membantu menentukan wilayah mana yang paling terdampak dan kapan waktu yang paling tepat untuk melakukan mitigasi. Dengan data iklim yang presisi, bantuan seperti pompa air bisa diarahkan secara tepat sasaran ke area yang paling membutuhkan, sehingga risiko gagal panen akibat kekeringan bisa ditekan sedini mungkin.

Satu hal penting yang perlu masyarakat pahami agar tidak panik: BMKG meluruskan istilah “El Nino Godzilla” yang sempat beredar dan bisa memicu salah tafsir. Wandayantolis menekankan bahwa yang terjadi adalah variasi kategori lemah hingga kuat, bukan istilah yang mengerikan tersebut. Dengan prediksi kemarau yang akan mulai menyapa di akhir Mei 2026, sinergi ini menjadi jaminan bagi petani bahwa pemerintah dan BMKG hadir mendampingi untuk menjaga target produksi pangan agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi dan ekonomi keluarga tetap stabil.