BMKG Sumatera Selatan Bersama WALHI dan Akademisi Bahas Deforestasi, Pemanasan Global, dan Perubahan Iklim di RRI Pro 1 Palembang

Palembang, 09 Juni 2026 – BMKG Sumatera Selatan melalui Koordinator Bidang Data dan Informasi, Nandang Pangaribowo, menjadi narasumber dalam dialog interaktif Program Palembang Menyapa yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Palembang. Dialog tersebut mengangkat tema “Deforestasi, Pemanasan Global, dan Perubahan Iklim”, sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tantangan lingkungan yang semakin nyata dan berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan.

Kegiatan ini menghadirkan Nandang Pangaribowo dari BMKG Sumatera Selatan dan Galang Suganda, Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye WALHI Sumatera Selatan, sebagai narasumber yang hadir langsung di studio RRI Pro 1 Palembang. Sementara itu, H. Supli Effendi Rahim, Kepala Program Studi S2 Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang, turut berpartisipasi sebagai narasumber secara daring melalui platform Zoom.

Dalam kesempatan tersebut, Nandang Pangaribowo menjelaskan bahwa perubahan iklim merupakan fenomena global yang ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata bumi, perubahan pola curah hujan, serta meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem. Deforestasi menjadi salah satu faktor yang mempercepat peningkatan emisi gas rumah kaca sehingga berdampak pada semakin kuatnya efek pemanasan global.

Galang Suganda menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan ekosistem sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim. Menurutnya, perlindungan kawasan hutan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta penguatan kesadaran masyarakat merupakan langkah strategis dalam menghadapi ancaman kerusakan lingkungan.

Sementara itu, H. Supli Effendi Rahim yang mengikuti dialog secara daring menekankan pentingnya peran dunia pendidikan dalam membangun kesadaran lingkungan dan memperkuat literasi perubahan iklim. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Melalui dialog interaktif ini, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara deforestasi, pemanasan global, dan perubahan iklim, serta terdorong untuk mengambil langkah-langkah nyata dalam menjaga lingkungan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi lingkungan, media, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.