Dukung Hilirisasi Komoditas Daerah, Staklim Sumsel Berkontribusi di 3rd Sriwijaya Economic Forum

PALEMBANG, Dalam upaya mengawal ketahanan pangan dan energi berbasis iklim di Sumatera Selatan, Stasiun Klimatologi (Staklim) Sumatera Selatan turut menghadiri babak final 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026: Call for Applicative Essay yang digelar di Hotel Harper Palembang, Rabu (29/7/2026). Pada forum strategis bertema “Sinergi Hilirisasi untuk Ketahanan Pangan dan Energi Sumatera Selatan” tersebut, Staklim Sumsel diwakili langsung oleh Kasubag TU Staklim Sumsel, Dara Kasihairani, S.S.T., M.Si. Kehadiran BMKG mempertegas pentingnya integrasi data dan informasi iklim dalam perumusan kebijakan hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Acara yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palembang ini dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono. Forum ini menjadi wadah adu gagasan aplikatif dari para finalis Kategori Umum dan Sivitas Akademika. Berbagai ide yang dipresentasikan berfokus pada strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, di mana sektor pertanian dan energi sangat bergantung pada dinamika iklim dan cuaca.
Keterlibatan BMKG Staklim Sumsel dalam ajang ini diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas instansi, khususnya dalam menyelaraskan analisis iklim terhadap strategi ketahanan pangan dan pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan di Sumatera Selatan.



