Informasi Iklim Dasarian Provinsi Sumatera Selatan Update 10 Juni 2026. Sebagian Besar Wilayah Sumatera Selatan Diprediksi Mengalami Curah Hujan Kategori Rendah pada Dasarian II Juni 2026.
KONDISI TERKINI IKLIM SUMSEL
Curah hujan pada dasarian I Juni 2026 di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan berada pada kategori Rendah (50-150 mm). Sebagian besar Musi Rawas Utara, Lahat bagian barat, Sebagian besar OKU, Muara Enim bagian tenggara, dan Sebagian kecil Musi Banyuasin berada pada kategori Menengah (50-150 mm).
Curah hujan dasarian tertinggi terukur pada penakar hujan otomatis ARG OKU, Kec. Semindang Aji, Kab. OKU sebesar 166,2 mm.
Sifat hujan pada dasarian I Juni 2026 di Wilayah Sumatera Selatan didominasi dengan sifat hujan Bawah Normal. Sebagian besar Musi Rawas Utara, Pagar Alam, Musi Rawas bagian barat, Sebagian kecil Empat Lawang bagian timur, Lahat bagian barat, Muara Enim bagian selatan, OKU bagian tengah menunjukkan sifat hujan Normal. Sementara itu, Musi Rawas Utara bagian Utara,tengah hingga tenggara, Sebagian kecil Lahat bagian barat, Muara Enim bagian tenggara dan OKU bagian tengah mengalami sifat hujan Atas Normal.
Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan bahwa Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan masih terjadi hujan sampai dengan pemutakhiran data. HTH dengan kategori Sangat Pendek (1-5 hari) terjadi Seluruh kota Palembang, sebagian besar Banyuasin, OKU Timur, OKU, OKU selatan bagian timur, OKI bagian barat, dan sebagian kecil Ogan Ilir, Muara Enim, Prabumulih dan Lahat. Empat Lawang bagian utara, Lahat bagian selatan mengalami HTH dengan kategori Pendek (6-10 hari). HTH dengan kategori Menengah terjadi pada Empat Lawang bagian barat, OKU Timur bagian selatan, OKI bagian barat, Ogan Ilir bagian timur
HTH terpanjang 19 hari terjadi di Pos Hujan BPP Tanjung Batu, Kec. Tanjung Batu, Kab. Ogan Ilir.
KONDISI DINAMIKA ATMOSFER
Hasil monitoring pada dasarian II Mei 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indek bulanan) sebesar -0.59 (+0.05) dan diprediksi memasuki fase positif mulai Bulan Juli hingga November 2026. Sementara, indeks ENSO dasarian (ENSO bulanan) sebesar +1.0 (+0.52) menunjukkan indikasi Kondisis El Nino. Kondisi ENSO diprediksi masuk fase El Nino mulai Mei-Juni-Juli 2026.
Aliran massa udara di sebagian besar Indonesia didominasi angin timuran. Belokan dan pertemuan angin terlihat di wilayah sekitar Sumatera bagian tengah dan Kalimantan. Angin timuran diprediksi dominan di wilayah Indonesia. Belokan angin terlihat di sekitar wilayah ekuator.
Analisis pada Dasarian II Mei 2026 menunjukkan MJO aktif di fase 2 (Indian Ocean) hingga fase 4 (Maritime Continent). MJO diprediksi kembali aktif hingga akhir Dasarian III Mei 2026 di fase 6 (Western Pacific).
Secara spasial, beberapa gelombang atmosfer diprediksi aktif di wilayah Indonesia hingga akhir Dasarian III Mei. Pada Dasarian II Mei 2026, daerah tutupan awan (OLR < 220 W/m2) dominan terjadi di wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Dibandingkan klimatologisnya, tutupan awan secara umum lebih lebih banyak, kecuali di Jawa bagian selatan.
PELUANG CURAH HUJAN DASARIAN II JUNI 2026
Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprediksi berpeluang lebih dari 80% terjadi CH Rendah (0-50 mm). Sementara itu, sebagian besar wilayah Musi Rawas Utara, sebagian Musi Rawas, seluruh Kota Lubuk Linggau dan sebagian kecil Musi Banyuasin bagian barat diprediksi berpeluang lebih dari 40% mengalami CH Menengah (51-100 mm), sedangkan sebagian besar wilayah Musi Banyuasin, Banyuasin, OKI bagian timur, sebagian OKU Timur, OKU Selatan, Muara Enim, Prabumulih, Lahat, seluruh Kota Pagar Alam dan PALI hanya berpeluang hingga 30%.
Himbauan:
Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan pada Dasarian II Juni 2026 diprediksi mengalami curah hujan kategori Rendah dengan sifat hujan Bawah Normal, sementara sebagian wilayah bagian utara hingga barat diprediksi mengalami sifat hujan Normal hingga Atas Normal (Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Lubuk Linggau, Empat Lawang, Pagar Alam), terdapat potensi penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan, pada periode tersebut yang berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot).
Meskipun demikian, potensi terjadinya cuaca ekstrem di sebagian kecil wilayah tetap perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terkini dari BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, maupun potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Iklim Menyejahterakan
Info lengkap:
🌐 https://staklim-sumsel.bmkg.go.id/
📧 staklim.sumsel@bmkg.go.id
Instagram: bmkg.staklimsumsel
Twitter: staklimsumsel
Facebook: staklim.sumsel
WA 0811-78-96223
Palembang, 10 Juni 2026
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan
ttd
Dr. Wandayantolis, S.Si., M.Si.
BMKG – Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan berkomitmen mempertahankan predikat sebagai Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi. Segala bentuk layanan dan informasi dilakukan secara transparan dan profesional sesuai regulasi yang berlaku.
