“Kawal Langit Biru Sumsel, Kepala BMKG Pastikan Deteksi Dini Karhutla di Sumatera Selatan”

PALEMBANG, 06 Mei 2026 – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kehadiran Kepala BMKG RI, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D. dalam Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Karhutla Nasional Tahun 2026 di halaman Griya Agung Palembang menegaskan bahwa data meteorologi akan menjadi panglima dalam pencegahan bencana tahun ini.

Dalam momentum tersebut, Kepala BMKG,  Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D. didampingi oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Dr. Tri Handoko Seto, M.Sc  menyampaikan bahwa berdasarkan data BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026. Terkhusus untuk wilayah Sumatera Selatan, awal musim kemarau diperkirakan terjadi pada Mei dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, yang memimpin apel tersebut, menegaskan bahwa data dari BMKG harus menjadi rujukan utama bagi 12 Kabupaten/Kota yang masuk dalam zona rawan, termasuk Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Lebih lanjut Menko Polkam menegaskan bahwa “BMKG sudah memprediksi puncak kemarau di Agustus 2026, semua pihak harus proaktif  dalam melakukan pencegahan sejak dini sebelum api meluas dan mengganggu kesehatan serta aktivitas Masyarakat.”

Apel besar ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago didampingi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru dan dihadiri oleh  jajaran menteri dan wakil menteri, di antaranya Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrachman, Wamendagri Akhmad Wiyagus, Wamenhub Suntana, dan Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan, sebagai bentuk komitmen lintas kementerian dalam menjaga langit Sumatera Selatan tetap biru di tahun 2026.