Perkuat Ketahanan Pangan Global, Dua Srikandi Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan Wakili Indonesia Ikuti Pelatihan Agrometeorologi di Tiongkok

NANJING, RRT – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan global di tengah tantangan perubahan iklim, dua srikandi dari BMKG Sumatera Selatan, yaitu Dara Kasihairani, M.Si. dan Dinda Rosyia Wibawanty, M.Si resmi mewakili Indonesia dalam ajang International Training Course on Agro-meteorological Technologies and Adaptation Strategies — Climate Change and Food Safety. Pelatihan internasional ini berlangsung selama 10 hari, tepatnya dari tanggal 1 hingga 10 Juli 2026, kegiatan ini diselenggarakan di kampus Nanjing University of Information Science and Technologies (NUIST), Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Acara berskala global ini diikuti oleh total 15 peserta dari berbagai belahan dunia. Selain Indonesia, negara-negara yang turut mengirimkan delegasinya secara langsung meliputi: Thailand, Myanmar, Uzbekistan, Kamerun, Ghana. Sementara itu, untuk delegasi dari Pakistan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara daring (online).

Secara resmi, acara dibuka oleh Prof. Wang Suchun, selaku Executive Director of WMO RTC (World Meteorological Organization Regional Training Centre) Nanjing kemudian dilanjutkan dengan pengenalan layanan informasi agro-meteorologi mutakhir yang dibangun dan dimiliki oleh China Meteorological Administration (CMA). Selama sepuluh hari, para peserta dibekali dengan berbagai materi di antaranya: Pemanfaatan teknologi remote sensing, satelit dan implementation kecerdasan buatan dalam pemenuhan kebutuhan informasi agrometeorologi, Pemanfaatan pemodelan pertanian (crop modelling) dalam mendukung ketahanan pangan. Pada sesi diskusi (Sharing Knowledge), Dinda Rosyia Wibawanty mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan presentasi negara (country presentation) bagaimana layanan informasi sektor pertanian khususnya untuk wilayah Sumatera Selatan.

Pada upacara penutupan (closing ceremony), Dara Kasihairani tampil mewakili seluruh delegasi negara peserta untuk menyampaikan pidato penutup. Dara menyampaikan terima kasih yang mendalam atas transfer ilmu (knowledge transfer) serta dukungan teknologi dari CMA dan NUIST, “Kami berharap para delegasi dapat membangun kerja sama yang lebih spesifik dalam teknis operasional di negara masing-masing,” ungkap Dara. Keikutsertaan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan informasi iklim pertanian di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.