Staklim Sumsel hadiri Rapat Penyusunan peta ketahan dan kerentanan Pangan(FSVA) Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan

PALEMBANG – BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan yang diwakili oleh PMG Madya Sirajul Munir,S Mat hadiri Rapat Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan pada Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun basis data dan analisis yang komprehensif mengenai kondisi ketahanan dan kerentanan pangan di Provinsi Sumatera Selatan sebagai dasar penyusunan kebijakan serta perencanaan program pembangunan di sektor pangan. Penyusunan FSVA merupakan salah satu instrumen penting dalam mengidentifikasi wilayah yang memiliki tingkat kerentanan pangan maupun kerentanan terhadap kerawangan pangan sehingga intervensi pemerintah dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Rapat dihadiri oleh beberapa instansi yang memiliki peran strategis dalam penyediaan data sektoral, yaitu BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam forum tersebut, masing-masing instansi memberikan masukan dan menyampaikan data sektoral sesuai dengan kewenangannya untuk mendukung penyusunan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Tahun 2026 yang akurat, komprehensif, dan terintegrasi. Data yang dihimpun diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ketahanan pangan di setiap wilayah di Provinsi Sumatera Selatan.

BMKG mendukung penuh penyusunan FSVA melalui penyediaan informasi meteorologi dan klimatologi yang berkaitan erat dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Informasi mengenai curah hujan, awal musim, potensi kekeringan, serta kondisi iklim lainnya menjadi salah satu komponen penting dalam menganalisis tingkat kerentanan pangan suatu wilayah.

Melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 dapat menjadi dasar perumusan kebijakan bagi pemerintah daerah dalam mengidentifikasi wilayah rentan kerawanan pangan untuk perencanaan pembangunan daerah.