Evaluasi Tingkat Bahaya Kebakaran Bulan Agustus 2026
Sistem peringatan kebakaran hutan di Sumatera Selatan menggunakan tiga indikator utama yang bekerja seperti termometer untuk mengukur risiko kebakaran. Ketiga indikator ini—Fine Fuel Moisture Code (FFMC), Drought Code (DC), dan Fire Weather Index (FWI)—masing-masing memiliki peran khusus dalam mendeteksi tingkat bahaya kebakaran berdasarkan kondisi cuaca dan kelembapan bahan bakar di hutan. Data terbaru dari Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan menunjukkan pola yang mengkhawatirkan, terutama pada bulan Agustus 2026 yang menandai peningkatan signifikan risiko kebakaran di wilayah tersebut.


Indeks Bahan Bakar Halus (FFMC) berfungsi sebagai indikator seberapa mudah serasah dan bahan bakar halus di permukaan hutan dapat terbakar. Seperti kertas kering yang mudah terbakar, FFMC dipengaruhi oleh empat faktor cuaca: curah hujan, suhu, kelembapan relatif, dan kecepatan angin dari beberapa hari sebelumnya. Selama periode Januari hingga Agustus 2026, distribusi FFMC menunjukkan 0.8% pada level Rendah, 19.3% pada level Sedang, 23.0% pada level Tinggi, dan 56.8% pada level Ekstrem. Padan bulan Agustus 2026 tidak ada kejadian level Rendah hingga Tinggi, namun kondisi Ekstrem telah mencapai 100%.
Indeks Kekeringan (DC) berperan sebagai pengukur kondisi kelembapan tanah di lapisan bawah permukaan, yang menentukan seberapa kering fondasi hutan. DC dipengaruhi oleh curah hujan dan suhu, bekerja seperti spons tanah yang semakin kering akan semakin mudah menyerap panas dan mempercepat penyebaran api. DC menunjukkan proporsi kejadian pada level Rendah sebesar 64.6%, kejadian pada level Sedang sebesar 7.8%, kejadian pada level Tinggi sebesar 10.7%, dan kejadian pada level Ekstrem sebesar 16.9% selama periode Januari hingga Agustus 2026. Meski demikian, bulan Agustus menunjukkan sinyal peringatan dengan peningkatan level Ekstrem menjadi 100%.
Indeks Cuaca Kebakaran (FWI) adalah indikator komprehensif yang menggabungkan seluruh faktor cuaca untuk menentukan intensitas potensial kebakaran. Periode Januari hingga Agustus 2026 menunjukkan kondisi yang cukup terkendali dengan 33.7% kejadian pada level Rendah, 26.3% pada level Sedang, 17.3% pada level Tinggi dan 22.6% pada level Ekstrem. Pada bulan Agustus, kondisi FWI berada pada level tinggi dan ekstrem, dengan level tinggi mencapai 16.1% dan level Ekstrem sebesar 83.9%.
