Perkuat Mitigasi Bencana, BMKG Hadiri Diskusi Publik Kajian Resiko Bencana Kota Palembang

BMKG Sumatera Selatan menghadiri Diskusi Publik Penyusunan Kajian Risiko Bencana Kota Palembang pada Selasa 08 September 2026, bertempat di Ruangan Rapat BPBD Kota Palembang. Diskusi ini dipimpin oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Palembang H. Ahmad Furqon S.STP, M.Si dengan tujuan untuk menyelaraskan data dan informasi antar OPD maupun stakeholder terhadap data kebencanaan Kota Palembang.

Dalam diskusi tersebut, Koordinator Data dan Informasi BMKG Sumatera Selatan, Nandang Pangaribowo, S.Kom merekomendasikan agar kondisi ekstrem yang semakin sering terjadi di Kota Palembang menjadi salah satu hal yang perlu dicermati dalam penyusunan kajian risiko bencana. Selain itu, diperlukan kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana yang dipengaruhi oleh faktor alam, termasuk penyediaan embung di sekitar wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut juga perlu diselaraskan dengan karakteristik pola musim di Kota Palembang, di mana berdasarkan kondisi normal hujan, musim hujan berlangsung kurang lebih selama tujuh bulan, sementara musim kemarau berlangsung sekitar lima bulan. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kesiapsiagaan dan dukungan sarana prasarana menjadi bagian penting dalam upaya mengantisipasi serta mengurangi risiko bencana di wilayah Kota Palembang.

Dengan dilaksanakannya diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan kajian resiko yang komperhensif dan menjadi dasar dalam menentukan prioritas upaya pengurangan resiko bencana, serta BMKG akan terus berupaya mendukung perencanaan pembangunan Kota Palembang yang lebih aman, tangguh dan berkelanjutan.